free web site traffic and promotion

Rasa Itu (GALAU)

Diposkan oleh Unknown on Sunday, November 25, 2012


Ada apa kiranya disana kok perasaan tidak enak, 
Ya Allah... Lindungilah dia yang kusayangi...
Inginnya aku terus memantau keadaanmu namun semua tak mungkin karena kujauh. 
Disaat seperti inilah aku pengen buanget dekat dengannya.
Kucoba membina rasa saling percaya meski batin ini rasanya tak karuan 
Kucoba tidur dan pejamkan mata 
Tapi melupakanmu itu tidak mungkin 
Cintaku harus jujur... 
bila di dekatmu hatiku senang bila jauh hatiku gelisah...
Inikah cinta yang sebenarnya? 
Aku harus bertahan untuk menantimu meski penantian ini begitu berat kesabaran dalam iman telah menepis kegalauan hatiku 
Kucoba untuk ikhlas menerima kenyataan tapi keadaan tak seindah harapanku hingga meresahkan qolbu yang terluka
Tak biasanya aku sendiri Tapi aku harus bisa.... 
Masak sendiri... tidur sendiri huuuuuh....
More about → Rasa Itu (GALAU)

Pluralisme Sebagai Kekuatan Masa Depan Bangsa

Diposkan oleh Unknown


Kemerdekaan bangsa Indonesia yang direbut dengan darah pejuang tentu harus di isi dengan pembangunan segenap lapisan masyarakat, termasuk pemuda. Agar bangsa Indonesia dapat tumbuh sebagai bangsa yang kuat serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di kancah pergaulan internasional dan tidak kembali terjajah. Bung Karno (Mantan Presiden Indonesia) pernah berpesan, bahwa penjajahan akan terus ada di muka bumi dalam berbagai bentuk imperialisme baru. Mulai dari imperialisme ekonomi, imperialisme politik, hingga imperialisme budaya. Bangsa yang kuat akan cenderung menjajah bangsa yang lemah dan negara yang lemah akan cenderung takluk dalam genggaman negara adikuasa.

Dalam menghadapi berbagai bentuk imperialisme baru, memandirikan bangsa agar tetap dapat terus berdiri sama tegak dan sama tinggi (sederajat) dengan bangsa-bangsa lain di dunia adalah cara yang mungkin untuk dilakukan. Hal itu adalah bentuk perjuangan nyata di era kemerdekaan seperti sekarang ini. Bukan lagi dengan senjata tetapi dengan keunggulan dan kemampuan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Karena kehidupan dan kematian merupakan hal yang pasti, yang kini hidup kelak akan mati dan digantkan oleh generasi berikutnya. Sebagai penerus kehidupan maka perjuangan itu mesti diteruskan dalam estafet yang tiada henti. Jelas bahwa generasi penerus estafet perjuangan bangsa itu adalah generasi muda saat ini.

Pemuda adalah harapan masa depan bangsa, kata-kata tersebut tentunya bukan sekedar retorika untuk melebih-lebihkan peran pemuda. Sebab ditangan pemudalah masa depan bangsa berada. Ketika para pemegang tampuk pemerintahan kelak pensiun, ketika para eksekutif dan profesional kelak uzur, ketika para entrepreneur kelak menjadi tua, ketika para pemuka adat sudah tidak lagi sanggup mengingat perjalanan sejarah, ketika guru sudah tidak sanggup lagi melihat huruf-huruf yang terangkai didalam sebuah buku. Maka pemudalah yang nantinya akan menggantikan mereka.
 
"Kami tidak lagi bisa berkata, kau lah sekarang yang berkata
teruskan, teruskan jiwa kami…" (kata chairil anwar)
More about → Pluralisme Sebagai Kekuatan Masa Depan Bangsa

Menuju MTA VI IPMR Jambi 2012

Diposkan oleh Unknown on Thursday, October 4, 2012


(Syahruddin Demat) Ketua Umum IPMR Jambi


 Bagi para aktivis dan Anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Jambi dalam beberapa bulan nanti adalah hari-hari untuk menuju Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) ke VI yang akan dilaksanakan di jambi. “Keberartian” momentum MTA, karena pada saat itu sejatinya akan melahirkan kesadaran kolektif tentang semakin perlunya lembaga yang akan menghimpun identitas dan idealitas mahasiswa/pelajar Riau untuk berjuang bersama mengisi kesuksesan dan kebersamaan di tanah rantau. Independensi bukanlah keniscayaan, ia harus kita rawat terus menerus. Kita harus menanyakan minimal setahun sekali sampai dimana perjalan organisasi kita dan apa yang telah kita berikan untuk IPMR Jambi saat ini.

Kini, di usianya yang ke-12 (2000-2012) yang nampak di permukaan dan sangat menonjol justru pragmatisme, menurunnya kadar intelektual anggota, komitmen kebersamaan yang hanya slogan, sampai goyangnya independensi di level grass root. Oleh karenanya tidak heran jika muncul pertanyaan reflektif, ada apa dengan para anggota IPMR Jambi?. Masihkah mereka merawat identitas dan idealitas yang selama ini dibangun dengan balutan independensi yang kokoh? Masih adakah jalinan kekeluargaan yang di bangun di IPMR Jambi sesuai dengan tujuan organisasi ini di bentuk??

Dinamika suksesi kepengurusan dalam pembentukan struktural IPMR Jambi tentunya harus menjadi ajang untuk saling berupaya menjadikan wadah tersebut berkualitas dan berkeluarga. Apapun hasilnya manakala telah melewati mekanisme organisasi yang benar dan konstitusional dengan mengedepankan prinsip-prinsip kejujuran maka wajib didukung oleh segenap anggota yang ada.

Akan tetapi kenyataannya, dalam praktek penentuan personalia kepengurusan tidak dapat dipungkiri telah terjadi praktik yang tidak sehat seperti pilih kasih dan cerita belakang anggota yang tidak berkualitas, atas pertimbangan politik yang jelas salah kaprah. Jangan lagi ada seseorang menduduki posisi (jabatan) hanya karena pertimbangan politis dukung-mendukung tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas seseorang duduk dalam struktur kepengurusan tersebut. buat apa berstatus pengurus tapi tidak dapat memberikan kemajuan dan kebersamaan dalam keluarga bagi IPMR Jambi.

Salam Kekelurgaan ... !!!
More about → Menuju MTA VI IPMR Jambi 2012

Rapuhnya Moralitas Bangsa

Diposkan oleh Unknown


Hidup manusia memang penuh dengan rintangan, apalagi jika seseorang itu memiliki sebuah jabatan, seperti pepatah makin tinggi pohon tersebut maka makin kencang pula angin yang menerpanya dari segala arah. Maka dari itu, jaman sekarang banyak sekali pejabat yang menyalahgunakan jabatannya, itu karena akar yang menjadi pondasi hidupnya sangat rapuh, sangat mudah untuk di cabut.

Maka tak heran jika sekarang banyak kasus makelar pajak lah, korupsi ini itu lah bahkan penegak hukum sekalipun, seperti seorang jaksa yang seharusnya mengadili seseorang pelaku yang melanggar aturan diadili dengan se adil-adilnya tapi ko malah melakukan tindakan yang memalukan, hanya dengan sumpelan uang mulut penegak hukum tersebut diam seribu bahasa, seakan" salah itu jadi benar dan benar jadi salah. bungkam seribu bahasa.

Itu semua mereka lakukan hanya demi mendapatkan uang lebih dari seorang penjahat dengan menutupi segala kesalahannya. Ironis sekali, negeri ini. Sekarang timbul lagi kepermukaan masalah mengenai ruang tahanan yang di dalam selnya begitu megah mewah bak hotel ataupun aparterman, bahkan prostitusi dan itu terjadi bukan kali ini saja, hal tersebut sudah terjadi sudah lama beberapa tahun yang lalu, itu semua terjadi karena ada orang besar, kuat berkuasa yang dapat mengatur itu, mustahil bila tak ada beking.

Begitu amburadul nya segala yg ada di negara ini, bagaimana para penjahat bisa kapok dan sadar bila sel tahannya seperti itu? Kapan seh negara ini bisa jujur, dan para pejabat itu benar-benar memikirkan kesejahteraan rakyat. Moral bangsa masih dipertanyakan!! Satu sama lain menjadi penjilat!! Paraaahhhhh
More about → Rapuhnya Moralitas Bangsa

Pemprov Riau Siapkan Berkas Rekomendasi Pemekaran Insel

Diposkan oleh Unknown


PEKANBARU (RP-SD) - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan berkas rekomendasi pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan (Insel). Komitmen ini ditekankan, karena seluruh kelengkapan administrasi untuk daerah otonom baru tersebut sudah dilengkapi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau, M Guntur kepada Riau Pos, Senin (17/9) di kantor Gubernur Riau. Dia menargetkan, rekomendasi Insel akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau pada bulan Oktober mendatang.

‘’Ya kita baru saja melakukan pertemuan dengan Dewan Presidium Pembentukan Kabupaten (DPPK) Insel. Kita menjelaskan, bahwa Pemprov tidak ada niat untuk menghambat usulan pemekaran daerah. Hanya saja, kita meminta kelengkapan administrasi agar tidak menjadi kendala di kemudian hari,’’ tutur Guntur.

Guntur mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat balasan dari Pemkab Inhil tentang persyaratan administrasi pemekaran Insel. ‘’Kata mereka (DPPK Insel, red) sudah diserahkan. Jika ada, tentu kita akan menggeser proses ini ke DPRD. Mungkin sedang diproses. Ini yang akan kita gesa sesuai aturan yang berlaku,’’ tegas Guntur.

Menurutnya, surat yang dikirim pihaknya ke Pemkab Inhil itu yakni, tentang kelengkapan administrasi kepastian ibu kota sementara Insel dan peta koordinat batas wilayah.

‘’Jadi tidak ada kendala lagi. Gubernur sudah menyetujui, cuma ada beberapa item administrasi yang harus dipenuhi. Namun, secara umum, usulan ini sudah memenuhi persyaratan,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPPK Insel Muhammad Kamal saat ditemui Riau Pos mengatakan, kedatangannya ke Pemprov untuk mempertanyakan komitmen pemerintah dalam merespon usulan masyarakat. Bahkan, rencana aksi dipersiapkan, jika usulan yang sudah digulirkan sejak beberapa tahun yang lalu tidak ditanggapi secara optimal.

‘’Kita pertanyakan kenapa sampai sekarang belum ada juga realisasi. Padahal surat rekomendasi dari Pemkab sudah dilayangkan. Kalau sampai Oktober ini tidak ada juga terealisasi, kami akan menggelar aksi besar-besaran di Pemprov dan DPRD Riau,’’ tegas Kamal usai melakukan pertemuan dengan Guntur di Biro Tapem Kantor Gubernur Riau.

Kamal menambahkan, pihaknya mengharapkan agar proses pemekaran ini segera diberikan rekomendasi ke DPRD Riau oleh Pemprov Riau. Sehingga usulan pemekaran ini, dapat diteruskan ke Mendagri. Pasalnya, semua persyaratan sudah dilengkapi dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemekaran Indragiri Selatan ini sudah lama diwacanakan dari kabupaten induk Indragiri Hilir yang saat ini masih beribukota Tembilahan. Bahkan, Pemerintah Provinsi Riau menilai pembentukan daerah otonom baru itu sudah layak dan memiliki hasil studi kelayakan sebagai salah satu syarat mutlak pemekaran daerah.
More about → Pemprov Riau Siapkan Berkas Rekomendasi Pemekaran Insel

Asmara Dan Luka di Suatu Ketika

Diposkan oleh Unknown on Tuesday, May 8, 2012

Syahruddin Demat (CR Daeng)


 Suatu ketika,
ketika rasa tetas dari kata,
kata kujalin jadi sekelumit cinta
cinta menyalin warna,
warna menyulin jadi manik mata;
mata menjelmakan ia,
ia yang mengasmai dirinya:
Asmara!

duh, Puang
ini diri serasa api:
terpapar oleh kobar yang menjalar dari amar asmara
terbakar pada hati yang melintuh karena rindu sentuh rengkuh

(aku diseru cinta,
menderu memenuhi rongga jiwa)

tak bisa tidak,
tak kuasa kumenolak:
terpedaya pada segala yang tampak,
terperangkap oleh jebak gelegak kehendak

(ini cinta tak terkendali, liar meliuk sampai diri pias pasi)

dikau, Asmara
menghambur begitu saja
mendebur tiba-tiba,
melimbur di sekujur sukma
menyusur di sesela lena rela dan hela hampa

(ini cinta tiada berperisai, nyeri menyembilu hingga diri ngilu ngeri)

tapi kau, Asmara
yang mendesir seketika,
ternyata pula sangat sementara
dikarenakan dikau, Asmara
tak meriapkan gelora gairah belaka
namun jua mendera mara yang melecutkan petaka

(singkat cerita:
cerita, sebagaimana adanya, tak senantiasa berakhir bahagia
bahagia, seniscaya lara, terlampau fana dalam kekal kala:
kala melahirkan musim dan menggulirkan cuaca
cuaca menyaksikan dan mencatat segenap peristiwa
peristiwa bermula lalu bermuara pada suatu ketika)

suatu ketika,
ketika rasa entas dari kata,
kata kupilin jadi sengkarut tanda
tanda memintal tanya
tanya menggumpal jadi prahara;
prahara memurkakan ia,
ia lalu menamai dirinya:
Luka!

(ini cinta tak tertahankan, melintas batas penanggungan)

weh, Puang . . .
sejak dini asmara ini telah terlarang
maka, biarkan ia kembali hilang;
kembali abu kembali arang

dan luka yang mengganjal,
jangan biarkan tertinggal
agar seluruh yang ganjil,
kembali pada nihil

(suatu ketika,
ketika para pengisah rampung bercerita,
ketika jejak sajak ini lenyap dilindap masa,
ziarahlah ke sebuah pusara
kuharap akan kautemu epitaf ini di sana:
“di sini, dalam damai sunyi, terbaring Asmara tanpa Luka”)



NB: *Puang, kosakata Bugis yang berarti Tuhan
More about → Asmara Dan Luka di Suatu Ketika

Serupa Senja

Diposkan oleh Unknown



 kau minta aku mematri janji:
menjadi matahari abadi penerang diri
katamu, “sesetia kau mencintai puisi”
jikalau bisa, “serupa senja,” ujarmu lagi,
sembari membayangkan saat terindah di bumi:
ketika garang siang melunak di cakrawala
tatkala terik cahaya meluruh di angkasa
begitu mulus menyentuh tubuh,
demikian lembut memagut ruh

namun nun di dalam diriku keraguan berdesir
ini penyair—yang hatinya hasai bagai istana pasir,
senantiasa tak berjarak dengan getir:
tak bernyali merengkuh takdir!
kerap dibekap pengap kuatir
lalu melulu mangkir

sungguh, jauh di lubuk bilik hati,
ingin kusuguhi kau nyata mimpi dan kata pasti,
tapi yang kumilki semata sangsi dan barangkali

jadi biar,
sebelum sesalmu berakar dan membelukar,
kau gegas berkemas lalu lekas menghindar

pergilah
ini kisah kita genapkan sudah
segala yang sempat tercatat,
segera akan menjadi riwayat
tamat

jangan menoleh!
tak sesuatu dapat kauharap dan peroleh
ini diri tak bermatahari:
mengelam tanpa bertepi,
memalam tiada berpagi

jangan berpaling!
bahkan usah sekadar mengerling
ini hati tak layak huni
cuma sunyi yang akan mukim di sini.
More about → Serupa Senja