free web site traffic and promotion

Menuju MTA VI IPMR Jambi 2012

Diposkan oleh Unknown on Thursday, October 4, 2012


(Syahruddin Demat) Ketua Umum IPMR Jambi


 Bagi para aktivis dan Anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Jambi dalam beberapa bulan nanti adalah hari-hari untuk menuju Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) ke VI yang akan dilaksanakan di jambi. “Keberartian” momentum MTA, karena pada saat itu sejatinya akan melahirkan kesadaran kolektif tentang semakin perlunya lembaga yang akan menghimpun identitas dan idealitas mahasiswa/pelajar Riau untuk berjuang bersama mengisi kesuksesan dan kebersamaan di tanah rantau. Independensi bukanlah keniscayaan, ia harus kita rawat terus menerus. Kita harus menanyakan minimal setahun sekali sampai dimana perjalan organisasi kita dan apa yang telah kita berikan untuk IPMR Jambi saat ini.

Kini, di usianya yang ke-12 (2000-2012) yang nampak di permukaan dan sangat menonjol justru pragmatisme, menurunnya kadar intelektual anggota, komitmen kebersamaan yang hanya slogan, sampai goyangnya independensi di level grass root. Oleh karenanya tidak heran jika muncul pertanyaan reflektif, ada apa dengan para anggota IPMR Jambi?. Masihkah mereka merawat identitas dan idealitas yang selama ini dibangun dengan balutan independensi yang kokoh? Masih adakah jalinan kekeluargaan yang di bangun di IPMR Jambi sesuai dengan tujuan organisasi ini di bentuk??

Dinamika suksesi kepengurusan dalam pembentukan struktural IPMR Jambi tentunya harus menjadi ajang untuk saling berupaya menjadikan wadah tersebut berkualitas dan berkeluarga. Apapun hasilnya manakala telah melewati mekanisme organisasi yang benar dan konstitusional dengan mengedepankan prinsip-prinsip kejujuran maka wajib didukung oleh segenap anggota yang ada.

Akan tetapi kenyataannya, dalam praktek penentuan personalia kepengurusan tidak dapat dipungkiri telah terjadi praktik yang tidak sehat seperti pilih kasih dan cerita belakang anggota yang tidak berkualitas, atas pertimbangan politik yang jelas salah kaprah. Jangan lagi ada seseorang menduduki posisi (jabatan) hanya karena pertimbangan politis dukung-mendukung tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas seseorang duduk dalam struktur kepengurusan tersebut. buat apa berstatus pengurus tapi tidak dapat memberikan kemajuan dan kebersamaan dalam keluarga bagi IPMR Jambi.

Salam Kekelurgaan ... !!!
More about → Menuju MTA VI IPMR Jambi 2012

Rapuhnya Moralitas Bangsa

Diposkan oleh Unknown


Hidup manusia memang penuh dengan rintangan, apalagi jika seseorang itu memiliki sebuah jabatan, seperti pepatah makin tinggi pohon tersebut maka makin kencang pula angin yang menerpanya dari segala arah. Maka dari itu, jaman sekarang banyak sekali pejabat yang menyalahgunakan jabatannya, itu karena akar yang menjadi pondasi hidupnya sangat rapuh, sangat mudah untuk di cabut.

Maka tak heran jika sekarang banyak kasus makelar pajak lah, korupsi ini itu lah bahkan penegak hukum sekalipun, seperti seorang jaksa yang seharusnya mengadili seseorang pelaku yang melanggar aturan diadili dengan se adil-adilnya tapi ko malah melakukan tindakan yang memalukan, hanya dengan sumpelan uang mulut penegak hukum tersebut diam seribu bahasa, seakan" salah itu jadi benar dan benar jadi salah. bungkam seribu bahasa.

Itu semua mereka lakukan hanya demi mendapatkan uang lebih dari seorang penjahat dengan menutupi segala kesalahannya. Ironis sekali, negeri ini. Sekarang timbul lagi kepermukaan masalah mengenai ruang tahanan yang di dalam selnya begitu megah mewah bak hotel ataupun aparterman, bahkan prostitusi dan itu terjadi bukan kali ini saja, hal tersebut sudah terjadi sudah lama beberapa tahun yang lalu, itu semua terjadi karena ada orang besar, kuat berkuasa yang dapat mengatur itu, mustahil bila tak ada beking.

Begitu amburadul nya segala yg ada di negara ini, bagaimana para penjahat bisa kapok dan sadar bila sel tahannya seperti itu? Kapan seh negara ini bisa jujur, dan para pejabat itu benar-benar memikirkan kesejahteraan rakyat. Moral bangsa masih dipertanyakan!! Satu sama lain menjadi penjilat!! Paraaahhhhh
More about → Rapuhnya Moralitas Bangsa

Pemprov Riau Siapkan Berkas Rekomendasi Pemekaran Insel

Diposkan oleh Unknown


PEKANBARU (RP-SD) - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan berkas rekomendasi pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan (Insel). Komitmen ini ditekankan, karena seluruh kelengkapan administrasi untuk daerah otonom baru tersebut sudah dilengkapi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau, M Guntur kepada Riau Pos, Senin (17/9) di kantor Gubernur Riau. Dia menargetkan, rekomendasi Insel akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau pada bulan Oktober mendatang.

‘’Ya kita baru saja melakukan pertemuan dengan Dewan Presidium Pembentukan Kabupaten (DPPK) Insel. Kita menjelaskan, bahwa Pemprov tidak ada niat untuk menghambat usulan pemekaran daerah. Hanya saja, kita meminta kelengkapan administrasi agar tidak menjadi kendala di kemudian hari,’’ tutur Guntur.

Guntur mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat balasan dari Pemkab Inhil tentang persyaratan administrasi pemekaran Insel. ‘’Kata mereka (DPPK Insel, red) sudah diserahkan. Jika ada, tentu kita akan menggeser proses ini ke DPRD. Mungkin sedang diproses. Ini yang akan kita gesa sesuai aturan yang berlaku,’’ tegas Guntur.

Menurutnya, surat yang dikirim pihaknya ke Pemkab Inhil itu yakni, tentang kelengkapan administrasi kepastian ibu kota sementara Insel dan peta koordinat batas wilayah.

‘’Jadi tidak ada kendala lagi. Gubernur sudah menyetujui, cuma ada beberapa item administrasi yang harus dipenuhi. Namun, secara umum, usulan ini sudah memenuhi persyaratan,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPPK Insel Muhammad Kamal saat ditemui Riau Pos mengatakan, kedatangannya ke Pemprov untuk mempertanyakan komitmen pemerintah dalam merespon usulan masyarakat. Bahkan, rencana aksi dipersiapkan, jika usulan yang sudah digulirkan sejak beberapa tahun yang lalu tidak ditanggapi secara optimal.

‘’Kita pertanyakan kenapa sampai sekarang belum ada juga realisasi. Padahal surat rekomendasi dari Pemkab sudah dilayangkan. Kalau sampai Oktober ini tidak ada juga terealisasi, kami akan menggelar aksi besar-besaran di Pemprov dan DPRD Riau,’’ tegas Kamal usai melakukan pertemuan dengan Guntur di Biro Tapem Kantor Gubernur Riau.

Kamal menambahkan, pihaknya mengharapkan agar proses pemekaran ini segera diberikan rekomendasi ke DPRD Riau oleh Pemprov Riau. Sehingga usulan pemekaran ini, dapat diteruskan ke Mendagri. Pasalnya, semua persyaratan sudah dilengkapi dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemekaran Indragiri Selatan ini sudah lama diwacanakan dari kabupaten induk Indragiri Hilir yang saat ini masih beribukota Tembilahan. Bahkan, Pemerintah Provinsi Riau menilai pembentukan daerah otonom baru itu sudah layak dan memiliki hasil studi kelayakan sebagai salah satu syarat mutlak pemekaran daerah.
More about → Pemprov Riau Siapkan Berkas Rekomendasi Pemekaran Insel

Asmara Dan Luka di Suatu Ketika

Diposkan oleh Unknown on Tuesday, May 8, 2012

Syahruddin Demat (CR Daeng)


 Suatu ketika,
ketika rasa tetas dari kata,
kata kujalin jadi sekelumit cinta
cinta menyalin warna,
warna menyulin jadi manik mata;
mata menjelmakan ia,
ia yang mengasmai dirinya:
Asmara!

duh, Puang
ini diri serasa api:
terpapar oleh kobar yang menjalar dari amar asmara
terbakar pada hati yang melintuh karena rindu sentuh rengkuh

(aku diseru cinta,
menderu memenuhi rongga jiwa)

tak bisa tidak,
tak kuasa kumenolak:
terpedaya pada segala yang tampak,
terperangkap oleh jebak gelegak kehendak

(ini cinta tak terkendali, liar meliuk sampai diri pias pasi)

dikau, Asmara
menghambur begitu saja
mendebur tiba-tiba,
melimbur di sekujur sukma
menyusur di sesela lena rela dan hela hampa

(ini cinta tiada berperisai, nyeri menyembilu hingga diri ngilu ngeri)

tapi kau, Asmara
yang mendesir seketika,
ternyata pula sangat sementara
dikarenakan dikau, Asmara
tak meriapkan gelora gairah belaka
namun jua mendera mara yang melecutkan petaka

(singkat cerita:
cerita, sebagaimana adanya, tak senantiasa berakhir bahagia
bahagia, seniscaya lara, terlampau fana dalam kekal kala:
kala melahirkan musim dan menggulirkan cuaca
cuaca menyaksikan dan mencatat segenap peristiwa
peristiwa bermula lalu bermuara pada suatu ketika)

suatu ketika,
ketika rasa entas dari kata,
kata kupilin jadi sengkarut tanda
tanda memintal tanya
tanya menggumpal jadi prahara;
prahara memurkakan ia,
ia lalu menamai dirinya:
Luka!

(ini cinta tak tertahankan, melintas batas penanggungan)

weh, Puang . . .
sejak dini asmara ini telah terlarang
maka, biarkan ia kembali hilang;
kembali abu kembali arang

dan luka yang mengganjal,
jangan biarkan tertinggal
agar seluruh yang ganjil,
kembali pada nihil

(suatu ketika,
ketika para pengisah rampung bercerita,
ketika jejak sajak ini lenyap dilindap masa,
ziarahlah ke sebuah pusara
kuharap akan kautemu epitaf ini di sana:
“di sini, dalam damai sunyi, terbaring Asmara tanpa Luka”)



NB: *Puang, kosakata Bugis yang berarti Tuhan
More about → Asmara Dan Luka di Suatu Ketika

Serupa Senja

Diposkan oleh Unknown



 kau minta aku mematri janji:
menjadi matahari abadi penerang diri
katamu, “sesetia kau mencintai puisi”
jikalau bisa, “serupa senja,” ujarmu lagi,
sembari membayangkan saat terindah di bumi:
ketika garang siang melunak di cakrawala
tatkala terik cahaya meluruh di angkasa
begitu mulus menyentuh tubuh,
demikian lembut memagut ruh

namun nun di dalam diriku keraguan berdesir
ini penyair—yang hatinya hasai bagai istana pasir,
senantiasa tak berjarak dengan getir:
tak bernyali merengkuh takdir!
kerap dibekap pengap kuatir
lalu melulu mangkir

sungguh, jauh di lubuk bilik hati,
ingin kusuguhi kau nyata mimpi dan kata pasti,
tapi yang kumilki semata sangsi dan barangkali

jadi biar,
sebelum sesalmu berakar dan membelukar,
kau gegas berkemas lalu lekas menghindar

pergilah
ini kisah kita genapkan sudah
segala yang sempat tercatat,
segera akan menjadi riwayat
tamat

jangan menoleh!
tak sesuatu dapat kauharap dan peroleh
ini diri tak bermatahari:
mengelam tanpa bertepi,
memalam tiada berpagi

jangan berpaling!
bahkan usah sekadar mengerling
ini hati tak layak huni
cuma sunyi yang akan mukim di sini.
More about → Serupa Senja

Sikap Perilaku Buruk dalam Organisasi

Diposkan oleh Unknown on Thursday, April 19, 2012

Syahruddin Demat (CR Demat)

Apabila sebuah pisang busuk tercampur dengan pisang yang bagus, maka bakteri yang terdapat di dalam pisang busuk itu, secara bertahap akan menyebar ke dalam pisang yang bagus, dan menjadikan pisang kualitas bagus dengan pisang busuk semua dan tidak ada harganya. Inilah asal mula istilah pisang busuk. Proses yang sama bisa pula terjadi di dalam sebuah organisasi. Ketika ada seseorang dalam organisasi memiliki perilaku tidak baik, maka lambat laun akan menyebar dan akhirnya menghancurkan organisasi itu secara keseluruhan.
 
Ada banyak contoh yang bias kita lihat adanya kenyataan bahwa jumlah perilaku buruk (negatif) seseorang di dalam organisasi meningkat secara global. Padahal, dalam manajemen modern ini organisasi telah dengan segala cara berusaha mencegah masuknya “orang berperilaku buruk” ke dalam sebuah organisasi dengan melakukan saringan nakhoda-nakhoda yang akan masuk di dalam sebuah structural organisasi. Namun, kenyataannya jumlah personel yang berperilaku buruk malahan cenderung meningkat. Kenyataan pahit yang harus dihadapi banyak organisasi dewasa ini.
 
Ada beberapa sumber utama penyebab perilaku buruk dalam organisasi. Pertama, yang bersifat intrapersonal, yakni karakteristik personal bawaan seseorang yang memang pada dasarnya buruk, misalnya memiliki sifat pemarah, malas dan sebagainya. Kedua, yang bersumber dari sesuatu yang bersifat interpersonal yang muncul akibat tidak adanya pengelolaan hubungan yang baik antarpersonal di dalam sebuah organisasi. Ketiga, yang bersifat organisasional, yakni struktur organisasi yang ada memang berpotensi melahirkan personal yang pada akhirnya memiliki karakter buruk yang kemudian bisa merusak organisasi sedikit demi sedikit.
 
Pada dasarnya manusia adalah inti dari sebuah organisasi. Dia yang menggerakkan organisasi untuk tumbuh dan berkembang. Perilaku oranglah yang membuat sebuah organisasi dapat berjalan efektif dan menguntungkan sehingga pada akhirnya organisasi mencapai hasil yang diinginkan. Sementara proses, alat atau struktur hanya membantu organisasi dan personel di dalamnya untuk dapat bekerja yang efektif. Proses, struktur dan alat yang dimiliki organisasi hanya membantu personel untuk melakukan tugasnya, bukan menggantikannya. Maka, jika terdapat manusia “jahat” dalam suatu organisasi akan rusaklah organisasi itu. Pertumbuhan organisasi tergantung pada keberadaan orang-orang “baik” dalam sebuah organisasi dan kehancurannya disebabkan oleh adanya orang-orang “jahat” yang menggerogoti organisasi itu. Maka, organisasi harus bisa menyakinkan diri bahwa orang-orang yang menggerakkan roda organisasi merupakan jenis orang yang memiliki perilaku baik.
Adapun motif dilakukannya perilaku negatif dalam organisasi bisa dikelompokkan dalam tiga hal. Pertama, yang bersifat personal atau berasal dari dalam diri pribadi orang itu. Kedua, adanya unsur balas dendam kepada organisasi karena tidak diperlakukan secara adil. Ketiga, akibat pengaruh pihak luar yang dengan sengaja ingin menghancurkan organisasi itu. Motif ini harus dapat diidentifikasi lebih dulu sebelum mencari solusinya. Namun sayangnya, teori motivasi yang ada lebih banyak bicara tentang bagaimana cara memotivasi seseorang. Jarang sekali yang berusaha memahami faktor apa saja yang membuat orang tidak termotivasi dan mengapa orang berlaku destruktif dalam organisasi.
 
Secara umum, orang berperilaku buruk di organisasi karena mereka merasa tidak diperlakukan dengan baik. Tidak biasanya orang memiliki bibit perilaku jahat terhadap organisasi. Kendati ada kemungkinan untuk itu, perilaku jahat di organisasi lebih disebabkan faktor yang bersifat situasional dan kultural yang memicu mereka untuk bertindak jahat terhadap organisasi. Namun, dapat dikatakan juga perilaku jahat merupakan hasil atau produk dari kombinasi faktor lingkungan dan faktor diri pribadi orang yang melakukan kejahatan, bukan merupakan hasil dari satu faktor saja. Maka, ketika ditemukan kasus korupsi di dalam organisasi, yang dilakukan tidak hanya membuang si koruptor, melainkan juga harus mengubah budaya organisasi di tempat itu.
 
Ketika perilaku negatif sudah membudaya maka akan semakin sulit mengatasinya. Bisa jadi, tindakan yang bisa dilakukan hanyalah menunggu kehancuran atau kematian organisasi itu.
More about → Sikap Perilaku Buruk dalam Organisasi

Lagi, DPRD Riau Terlibat Kasus Korupsi

Diposkan oleh Unknown on Sunday, April 8, 2012

Syahruddin Demat (Ketua Umum IPMR Jambi)



Penetapan status dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menjadi tersangka dalam kasus suap revisi Perda No. 6/2010 perihal anggaran pembangunan venue menembak PON XVIII Riau menjadi pembahasan hangat diberbagai kalangan, termasuk kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa riau yang ada di daerah maupun di luar daerah propinsi riau.

Sangat disayangkan sikap anggota dewan yang seharusnya memperjuangkan nasib rakyat tetapi malah memakan uang rakyat dengan sikap keangkuhannya.

Mahasiswa dan masyarakat seharusnya mendesak Kapolda Riau dan KPK untuk mengusut kasus korupsi yang dilakukan oleh wakil rakyat sampai ke akarnya. Jangan hanya pelaku-pelaku kelas teri saja yang ditangkap, tetapi juga harus dapat mengungkap siapa dalang utamanya. Selain itu juga menuntut BPK untuk segera mengaudit anggaran PON yang telah dikucurkan.

Dengan menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mengawal kasus korupsi anggaran PON yang melibatkan wakil rakyat dan pejabat pemerintahan karena anggaran yang digunakan untuk PON adalah menggunakan APBD Provinsi Riau yang notabenenya uang rakyat.

More about → Lagi, DPRD Riau Terlibat Kasus Korupsi